6 mitos tentang Seks wanita

Sebagian orang masih mengganggap
seks sebagai hal tabu, dan sering
dikaitkan dengan aktivitas orang
dewasa yang belum pantas dilakukan
orang yang belum menikah. Itulah
kenapa kemudian seks menjadi bahan
perbincangan yang dilakukan
sembunyi-sembunyi.

Akibatnya, seks sering dikaitkan
dengan mitos-mitos yang menjadi
budaya masyarakat. Semakin sering
didengar, semakin dianggap sebagai
kebenaran. Padahal yang namanya
mitos, belum tentu benar. Dengan
pengetahuan seks yang baik (dalam
bentuk pendidikan kesehatan
reproduksi), maka mitos-mitos seperti
ini sedikit demi sedikit akan hilang
ditelan waktu. Nah, mitos apa saja
yang sering beredar di masyarakat,
berikut penjelasan dr Iwan Setyawan,
konsultan seks dari Klinik Curhat,
Semarang.

1.Mitos:
Nafsu wanita lebih besar dari
pria
Secara
umum tidak ada perbedaan
dorongan seks antara wanita maupun
pria, karena secara hormonal mereka
mempunyai kadar hormon seks
estrogen, progesteron, maupun
testoteron yang sama.
Barangkali
secara ekspresi, wanita
lebih malu untuk menunjukkan nafsu
yang muncul, sehingga cenderung
âEśmenutupiâEť dan akhirnya tabungan
nafsunya akan dikeluarkan secara
meletup-letup pada saat melakukan
hubungan seks dengan pasangan.
Sebaliknya pria cenderung lebih
ekspresif dan blak-blakan soal seks,
sehingga membuat nafsu yang mereka
tunjukkan terlihat âEśbiasa-biasa saja.âEť

2.Mitos: Wanita ras tertentu nafsunya
lebih hebat
Nafsu
atau dorongan seks yang hebat
sangat dipengaruhi oleh banyak faktor,
antara lain gizi yang baik, pikiran yang
sehat, dan pengaruh lingkungan.
Misalnya, seseorang yang sering
mengakses sesuatu yang membuatnya
terangsang akan meningkatkan
dorongan seks lebih cepat dibanding
seseorang yang tidak merasa perlu
mendapatkan rangsangan-rangsangan
seperti itu.
Kalaupun
ada ras atau komunitas
tertentu yang mempunyai dorongan
seks yang tinggi dan kelihatan lebih
hebat, pasti karena kebetulan
lingkungan mereka sudah terbiasa
terstimulus oleh hal-hal yang bersifat
erotis, atau karena kebiasaan-
kebiasaan yang sering mereka
lakukan, seperti olah raga teratur, pola
makan seimbang, dan istirahat cukup.
Pengetahuan seks yang baik juga
sangat menentukan kehebatan
seseorang pada saat melakukan
hubungan seks.

3.Mitos: Posisi
di atas membuat wanita
cepat orgasme
Data
yang diperoleh di lapangan
menunjukkan sebagian wanita setelah
menikah jarang atau bahkan tidak
pernah mendapatkan kepuasan
seksual atau orgasme, dengan
beberapa alasan. Misalnya hubungan
seks yang terlalu cepat, kurang variatif,
atau karena mood wanita kurang baik
pada saat itu.
Salah
satu kunci kepuasan seks pada
wanita adalah hubungan seks yang
menyenangkan dalam posisi yang
menguntungkan, di mana wanita
memungkinkan bisa menentukan arah
penetrasi yang tepat, sehingga
kepuasan seks lebih mudah
didapatkan. Tidak selalu harus dalam
posisi di atas atau woman on top.
Posisi apa pun akan tetap mampu
menimbulkan orgasme dan bahkan
multiple orgasms, asal wanita dalam
kondisi mood yang baik dan bergairah.

4.Mitos: Orgasme = G-spot
G-spot
adalah titik erotis yang
ditemukan oleh Grafenberg pada tahun
80-an, yang kemudian dianggap
sebagai area yang memudahkan
seorang wanita mencapai kepuasan
seksual (orgasme).
Para
ahli menemukan bahwa bagian
tersebut ternyata mengandung saraf-
saraf yang sangat sensitif, yang apabila
terangsang
akan membuat wanita
mengalami kepuasan luar biasa pada
saat hubungan seksual. Padahal,
kepuasan seksual wanita sangat
banyak faktornya, antara lain mood
yang baik, posisi yang menyenangkan,
dan pemanasan yang cukup, tidak
hanya dari area G-spot. Tetapi
memang, titik G-spot akan sangat
membantu wanita mendapatkan
orgasme.

5.Mitos: Vagina kering lebih oke
Mitos seperti ini justru menjerumuskan,
karena kondisi vagina yang sangat
lembab dengan keasaman tertentu
sangat dibutuhkan untuk kenyamanan
seseorang pada saat beraktivitas fisik,
termasuk aktivitas seksual. Bisa
dibayangkan jika vagina dalam
keadaan kering, tentu hubungan seks
menjadi sangat tidak menyenangkan
dan pasti menyakitkan. Maka, tak
salah bila dalam hubungan seks wanita
membutuhkan pemanasan yang cukup,
ditunjang
mood yang baik, lubrikasi
atau keluarnya cairan pelumas sangat
membantu kenyamanan dalam
hubungan seks. Coba bayangkan jika
hubungan seks dilakukan dalam
keadaan vagina kering dan tidak
mengeluarkan pelumasâE¦.

6.Mitos: Kehamilan ditentukan oleh
orgasme wanita
Beberapa
pasangan suami-istri yang
sudah sekian lama menikah dan belum
punya keturunan menanyakan, apakah
gara-gara tidak pernah mencapai
orgasme setiap berhubungan seks,
membuat wanita tidak dapat hamil?
Faktanya,
kehamilan tidak ditentukan
oleh kepuasan seks, melainkan oleh
pembuahan sel telur oleh sperma yang
terjadi pada saat masa subur. Mereka
berpikir bahwa pada saat orgasme
terjadi pengeluaran sel telur yang siap
dibuahi, padahal tidak demikian
kenyatannya. Orgasme hanya
mengeluarkan cairan yang diproduksi
oleh kelenjar-kelenjar Bartholini dan
tidak mengandung sel telur. Artinya,
tidak ada kaitan atara kehamilan
dengan orgasme seorang wanita.

Iklan

Sexs dan mitosnya


Banyak sekali mitos seputar seks yang
tentunya belum pasti kebenarannya.
Salah satu mitos tersebut misalnya
menyebutkan bahwa pria lebih ingin
melakukan seks dibandingkan wanita.
Apakah mitos itu benar? Bagaimana
dengan mitos bahwa seks haruslah
memuaskan di ranjang, karena jika
tidak maka bisa dipastikan hubungan
Anda kurang baik! Mari kita cek
kebenaran mitos-mitos seks berikut ini!
Mitos ke-1. Pria lebih menginginkan
seks daripada wanita
Tidak juga! Sebenarnya alasan bahwa
pria lebih cenderung menginginkan
seks daripada wanita bukan hanya
karena gairah, tapi lebih pada faktor
kenapa para wanita lebih cenderung
tidak terlalu memikirkan mengenai
seks.
Para wanita cenderung mengerjakan
lebih banyak aktivitas rumah tangga
sehingga mereka kelelahan dan tak
memikirkan soal seks. Hormon pada
wanita juga membuat mereka berpikir
soal seks pada waktu-waktu tertentu
saja di tiap bulan, tidak setiap h

Seks yang memuaskan tidak hanya
berkaitan dengan teknik dan genital,
tapi juga persepsi dan mekanisme
kerja otak

ari seperti halnya pria! Perlu diingat
pula, para wanita cenderung merasa
terikat secara emosi ketika
berhubungan seks dibandingkan para
pria. Tentu saja wanita tidak akan
meminta pria melakukan hubungan
seks dengannya ketika para kaum
Adam bersikap sangat menyebalkan
dan tak sesuai dengan keinginan sang
wanita!
Mitos ke-2. Jika Anda punya banyak
pengalaman seksual, pasti Anda
mengerti bagaimana memuaskan
pasangan.
Tidak juga. Memang kebanyakan orang
berpendapat bahwa seseorang yang
tahu banyak hal soal seks dan telah
berpengalaman akan lebih baik
daripada pemula. Yah, teknisnya sih
begitu. Tapi seks yang memuaskan
tidak hanya berkaitan dengan teknik
dan genital, tapi juga persepsi dan
mekanisme kerja otak, dan tentu saja
definisi seks yang memuaskan bagi
tiap orang itu berbeda-beda.
Mitos ke-3. Pasangan yang bahagia
memiliki kehidupan seks memuaskan
di ranjang
. Kalau tidak, ada yang
salah dengan hubungan Anda.
Tidak, ini tidak sepenuhnya benar.
Kadangkala, pasangan yang
berbahagia tidak selalu memiliki
kehidupan seksual yang memuaskan,
panas membara dan menggairahkan
setiap saat! Mungkin saja memang
benar bahwa pasangan yang bahagia
mempunyai kehidupan seks yang
menggairahkan, tapi tidak setiap saat.
Teman Anda bicara soal kehidupan
seksnya selalu indah dan membuatnya
terbang ke langit ke-7? Hmmm
aE|bisa
jadi, tapi benarkah itu? Apa dia
mengatakan yang sebenarnya? Ya
aE|
mungkin saja dia punya pengertian
yang berbeda mengenai seks yang
memuaskan! Semua itu subyektif
sebenarnya.
Mitos ke-4. Seks haruslah spontan,
jika tidak, ada yang salah dengan
hubungan Anda!
Jangan percaya yang satu ini! Tenang
saja, pada tahap awal mungkin
memang benar akan spontan dan yang
spontan biasanya berujung pada seks
yang menyenangkan. Tapi setelah 18
bulan, hormon yang membuatnya
bergairah membara akan mulai tenang,
dan tak jarang bahkan pada 9 bulan
sudah menurun, dan ini tidak berarti
Anda tidak saling menginginkan.
Tapi ini berarti Anda harus mulai
mengingatkan pada diri Anda betapa
menyenangkannya seks itu sehingga
Anda tetap bisa menikmatinya tanpa
merasakan rutinitas. Lagipula, sekali-
sekali melakukan seks yang terencana
akan terlihat sangat menarik untuk
dicoba, Anda akan merasa tidak sabar
untuk menunggu saat itu!
Mitos ke-5. Wanita tak suka
pornografi dan bicara
aEskotoraEt saat
melakukan hubungan seks.
Setiap wanita tentu berbeda. Tak
jarang dari mereka juga menyukai hal-
hal yang menawarkan keintiman
dengan porsi yang berbeda dengan
pria tentunya. Sebut saja bunga atau
pijatan aromaterapi dari tempat spa.
Ada wanita yang suka, tapi ada pula
yang tidak.
Semua orang pasti setuju bahwa
wanita gila berbelanja, tapi tentu tidak
semua wanita demikian. Begitu pula
dengan pornografi. Berdasarkan suatu
penelitian, tidak semua wanita
menyatakan membenci pornografi.