1o superhero indonesia yang terlupakan

emang jaman udah berubah kini tv dan komik udah dikuasai anime japan dan film gender barat dan amerika.tapi kita gak boleh melupakan superhero yang dulu pernah buming di tahun 80-an berikut 10 superhero indonesia yang terlupakan…cekidot
1. Gundala Putera Petir
http://hermawayne.blogspot.com
Gundala adalah tokoh komik ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada tahun 1982 diceritakan berada di Jakarta.
Berawal dari seorang peneliti jenius bernama Sancaka menemukan serum anti petir. Tenggelam dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, dia melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super, yaitu bisa memancarkan geledek dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin. Sejak itulah, pada waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung.
2. Godam Manusia Besi
http://hermawayne.blogspot.com
Godam adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Memburu Doktor Setan pada tahun 1969. Godam berasal dari dimensi lain yang terdapat negeri yang bernama Godam. Dikarenakan perlawanannya terhadap kekejaman Ratu Candalani, Godam yang masih bayi putra bangsawan negeri Godam menjadi buronan sebagaimana kedua orang tuanya yang dianggap memberontak terhadap kekuasaan Candalani.
3. Aquanus
http://hermawayne.blogspot.com
Aquanus adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Aquanus di Planet Vibhy pada tahun 1968. Ketika terjadi penyerangan bangsa Burbur ke planet Zyba, putra angkat raja Sving yang masih bayi dilarikan dengan sebuah roket ke luar angkasa. Roket tersebut jatuh ke lautan di planet bumi. Keluarga pemburu paus memelihara anak yang bernama Dhanus itu.
Bangsa Zyba adalah bangsa yang mampu hidup di darat dan di air, sehingga Dhanus dapat dengan mudah bermain-main ke dasar lautan. Suatu ketika saat menyelam di dasar laut, seseorang yang mengaku berasal dari Zyba menolongnya dari serangan gurita raksasa. Orang itu tewas ditembak para penyelam. Sebelumnya ia memberikan sabuk sinar pelangi kepada Dhanus. Sabuk ini menjadi senjata andalan Aquanus. Nama Aquanus berasal dari Aqua yang berarti air, dan Nus dari Dhanus.
4. Pangeran Mlaar
http://hermawayne.blogspot.com
Pangeran Mlaar adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Mlaar adalah Putra Mahkota suatu kerajaan di planet Covox. Setelah terbunuhnya ayah Mlaar oleh komplotan Menteri Telern dan Putri Kepala Perak, Mlaar dilarikan oleh pamannya yang seorang ilmuwan jenius. Berkat suatu rekayasa oleh pamannya, Mlaar mempunyai kemampuan elastisitas yang bisa membuatnya mulur dalam batas tertentu.
5. Caroq
http://hermawayne.blogspot.com
Caroq adalah seorang karakter superhero Indonesia karya Ahmad Thoriq. Caroq diciptakan pada tahun 1992. Nama aslinya adalah Ongko yang berprofesi sebagai sopir taksi. Ia memiliki kekuatan magis untuk mengubah dirinya menjadi seorang superhero. Caroq memiliki 2 bilah celurit sakti yang panjang. Musuh bebuyutannya adalah Si Tangan Empat dan Si Bengis.
6. Jin Kartubi
http://hermawayne.blogspot.com
Jin Kartubi adalah tokoh komik ciptaan Hasmi pada tahun 1968. Kartubi adalah jin raksasa hamba Maza. Apabila Maza memerlukannya, ia tinggal menggosok pisau belatinya. Kartubi akan segera muncul dengan tertawa terbahak-bahak.
Kartubi sebenarnya adalah pangeran di negeri jin yang disebut kerajaan Mbegadud. Ayahnya adalah raja Mansuk Lezus. Saudara-saudaranya yang jahat memasukannya ke dalam botol dan membuangnya. Ia memasuki mimpi Kanigara (alter ego Maza) bahwa ia akan mengabdi kepadanya dan masuk ke dalam belatinya. Wujud raksasa Kartubi sering dipergunakan Maza dalam menghadapi ancaman raksasa seperti Xephros dan siluman-siluman raksasa di pulau hantu. Kemampuannya untuk terbang sangat dimanfaatkan para superhero yang tidak dapat terbang untuk transportasi udara.
7. Kalong
http://hermawayne.blogspot.com
Kalong atau Calong adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali pada tahun 1972 dalam Calong Anak Kelelawar. Agus Supriyadi bersembunyi dalam sebuah peti supaya bisa ikut dalam rombongan ekspedisi arkeologi ke pegunungan Dieng yang dipimpin oleh ayahnya. Agus yang sebetulnya tidak boleh ikut oleh orangtuanya terpaksa harus tinggal di sekitar tenda bersama seorang pegawai ayahnya. Seorang anak buah Isman yang lain ikut dalam komplotan yang akan memeras ayahnya. Menyadari bahaya dari orang yang kemudian mengejarnya, Agus berlari dan terperosok ke sebuah jurang dan pingsan.
Agus yang bangun dari pingsannya tersesat sampai ke sebuah gua. Di dalam gua yang penuh dengan kelelawar itu, Agus bertemu dengan bangsa manusia kelelawar dari kerajaan Laksa Bantala di ujung gua. Rajanya yang bernama Xamfereet memberinya sebuah benda ajaib yang bila ditempelkan di kening akan merubahnya menjadi superhero cilik yang disebut Kalong. Kalong kemudian menggagalkan usaha pemerasan anak buah ayahnya. Kalong dapat terbang seperti kelelawar, kebal senjata. Ujung jarinya bisa memancarkan sinar pemaham. Apabila sinar itu dikenakan pada hewan, maka hewan itu bisa mengerti dan berbicara untuk memberi keterangan yang jujur.
8. Sembrani
http://hermawayne.blogspot.com
Sembrani adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali dalam serial Gundala 1000 Pendekar tahun 1974. Tangguh sedang berada di tepi kawah gas beracun di Dieng, ketika ada sesuatu yang membuatnya tertarik turun ke kawah. Sebuah pesawat angkasa ternyata telah jatuh ke dalam kawah. Kehadiran benda itu rupanya menetralisir racun gas. Lewat proyeksi 3 dimensi, Otohrb, seorang panglima perang yang telah lama mati dalam pertempuran di sistem bintang Ristuty berbicara padanya. Dia memberi Tangguh sebuah kalung yang dapat merubahnya menjadi seorang superhero yang bernama Sembrani. Sembrani mempunyai kemampuan untuk menetralisir medan magnet maupun medan listrik, menetralisir racun dan dapat terbang.
9. Zantoro
http://hermawayne.blogspot.com
Zantoro berasal dari keluarga yang kurang harmonis, adiknya yang bernama Mantoro tinggal bersama sang ibu, sedangkan Zantoro tinggal bersama sang ayah. Sang ayah merupakan seorang pedagang dan ahli dalam pembuatan senjata tajam. Zantoro juga mewarisi kemampuan sang ayah dalam membuat senjata tajam dan juga ahli dalam memainkannya. Zantoro amat benci dengan kejahatan, ia akan merasa sangat geram jika melihat tindak kejahatan di depannya, dan tak sedikit penjahat kelas teri dan kelas kakap yang berhasil diringkus oleh Zantoro.
10. Merpati
http://hermawayne.blogspot.com
Sedhah adalah seorang wartawati yang sedang menolong ayahnya yang diculik terjatuh ke dalam sebuah jurang dan ditolong oleh segerombolan merpati yang kemudian membawanya ke Ratu Merpati. Ratu Merpati memasukkan Sedhah kedalam suatu ramuan ajaib yang membuat Sedhah memiliki kekuatan super dan dikenal dengan sebutan “Merpati.”

Sejarah Penemuan Bra (kutang)

pemakaian kutang/bra dimulai sejak
abad ke-3 ketika para perempuan
Romawi membebatkan semacam
perban untuk membungkus dada
mereka saat berolahraga.
Cikal-bakal bra seperti yang kita
kenal sekarang diluncurkan kali
pertama di Paris, Prancis, pada
1889. Desain bra modern itu dibuat
oleh seorang pengusaha pakaian
bernama Herminie Cardolle.
Bentuknya masih menyerupai
korset, pendahulu bra. Bedanya,
Cardolle membagi pakaian dalam
perempuan itu menjadi dua bagian,
perut dan dada. Brassiere yang
merupakan akar kata dari bra kali
pertama digunakan oleh majalah
Vogue pada 1907.
Meski cikal-bakalnya sudah ada,
perempuan di masa itu lebih
memilih mengenakan korset.
Kebiasaan ini sempat hilang ketika
Perang Dunia I. Pasalnya, industri
militer negara-negara yang terlibat
perang, membutuhkan banyak
logam untuk memproduksi
peralatan perang. Logam pada
korset harus dialih-fungsikan untuk
kebutuhan yang dianggap jauh lebih
mendesak itu.
Pada 1917, Bernard Baruch, Ketua
Dewan Industri Perang Amerika
secara khusus meminta para
perempuan untuk meninggalkan
kebiasaan mereka mengenakan
korset. Pemakaian korset pada
dasarnya membahayakan
kesehatan. Meski membentuk tubuh
seorang perempuan sesuai standar
kecantikan di masa itu, korset
membuat susah bernapas, dan
pada beberapa kasus ekstrim
menyebabkan terjadinya dislokasi
organ. Tak sulit bagi perempuan
untuk meninggalkan kebiasaan yang
sungguh menyiksa tersebut.
Hasilnya, sebanyak 28.000 ton
logam berhasil “dialih-fungsikan”
untuk keperluan industri perang.
Jumlah itu cukup untuk membuat
dua buah kapal perang besar.
Perempuan harus menemukan
alternatif untuk membungkus dada
mereka. Pada saat inilah Mary
Phelps Jacob, seorang sosialita
Amerika, mulai memperkenalkan
bra modern yang pertama pada
1910. Jacob bermaksud menghadiri
sebuah pesta besar dengan
mengenakan sebuah gaun malam
tipis berpotongan dada rendah.
Rangka korset dari tulang ikan hiu
yang hendak dikenakannya
mengganggu keindahan gaun yang
dipersiapkan sejak jauh hari.
Bersama salah seorang pelayannya,
dia membuat pakaian dalam dari
dua saputangan sutra yang
disatukan dengan pita merah muda.
Desain ini kemudian menjadi
populer di lingkaran pergaulan
Jacobs dan kemudian dipatenkan
pada 1914.
Tren fashion kemudian bergeser
dari bentuk tubuh montok (yang
dimodifikasi dengan menggunakan
korset) ke bentuk tubuh kurus
dengan dada rata. Gaya yang
dianggap modern saat itu adalah
gaya busana perempuan yang
dibuat praktis tanpa menggunakan
banyak bahan dan membuat
perempuan lebih mudah bergerak.
Pergeseran tren ini diikuti kian
aktifnya perempuan di berbagai
lapangan pekerjaan. Perempuan
yang mengikuti fashion, yang
dianggap mencerminkan
pemberontakan itu, kemudian lazim
disebut flapper.
Bra dengan bentuk modern ini
kemudian mulai diproduksi secara
massal pada 1920- аn. Tapi produksi
masal itu belum memperhatikan
ukuran individual masing-masing
perempuan.
Barulah pada 1922 perempuan bisa
mengenakan kutang dengan lebih
nyaman ketika Ida dan William
Rosenthal merevolusi bentuk bra.
Mereka menciptakan ukuran baku
bra yang terdiri dari lingkar linear
rusuk dan ukuran volume dada (cup
size) dengan menggunakan abjad
(A, B, C, D, dan seterusnya). Ukuran
A sama dengan delapan ons cairan,
sementara B setara dengan 13 ons,
dan C sama dengan 21, dan
seterusnya. Ida dan William
kemudian mendirikan perusahaan
bra Maidenform yang beroleh
kesuksesan luar biasa dan
menjadikan pasangan Rosenthal
jutawan. Maidenform masih berdiri
hingga sekarang.
Bra menjadi bagian dari busana
sehari-hari perempuan hingga
muncul revolusi pemikiran tentang
peran perempuan. Di Amerika,
revolusi ini dimulai ketika buku
Feminine Mystique karya Betty
Friedan terbit pada 1963. Buku itu
mempertanyakan peran
perempuan, yang seolah
dikembalikan ke ranah domestik
oleh sistem masyarakat ketika itu.
Hal ini berlanjut hingga 1970-аn di
mana protes atas ikon-ikon yang
dianggap mengekang perempuan
dipertanyakan oleh kaum feminis.
Germaine Greer, salah seorang
feminis intelektual, menyatakan
bahwa, “Bra adalah sebuah ciptaan
yang menggelikan.”
Sebagai dukungan atas pemikiran
itu, banyak perempuan
memutuskan untuk tak lagi
mengenakan bra. Sedikit banyak hal
ini cukup memukul industri bra. Ida
Rosenthal, sang industrialis pakaian
dalam, hanya menjawab dengan
santai, “Kita adalah sebuah
demokrasi. Sah-sah saja kalau
orang berpakaian atau telanjang.
Tapi setelah usia 35, bentuk tubuh
perempuan tak mendukungnya
untuk tidak mengenakan bra. Waktu
berpihak kepada saya. ” Belakangan
kata-kata Ida itu terbukti ada
benarnya.
Meski sempat mengalami
hambatan, industri bra terus
berkembang. Apalagi ketika
Madonna mengenakan sebuah
kostum bra yang meruncing di
bagian dada. Kostum itu dibuatkan
khusus oleh perancang Prancis
Jean-Paul Gaultier untuk tur Blonde
Ambition pada 1990.
Pada awal abad ke-19, menutup
dada belum jadi kelaziman di
Indonesia. Kebiasaan mengenakan
kutang diperkenalkan Belanda.
Dalam novelnya, Pangeran
Diponegoro, Remy Sylado
menjelaskan asal-muasal istilah
kutang.
Saat itu, dalam proyek
pembangunan jalan raya pos
Anyer-Panarukan, Belanda
mempekerjakan budak perempuan
dan laki-laki. Don Lopez, seorang
pejabat Belanda, melihat budak
perempuan bertelanjang dada. Dia
kemudian memotong secarik kain
putih dan memberikannya kepada
salah seorang di antara mereka
sembari berkata dalam bahasa
Prancis: “tutup bagian yang
berharga (coutant) itu.” Berkali-kali
dia mengatakan “coutant.. coutant”
yang kemudian terdengar sebagai
kutang oleh para pekerja.
Di berbagai negara bra/BH disebut
dengan cara berbeda-beda. Di
Prancis penahan dada itu disebut
soutien-gorge (penopang
tenggorokan), di Spanyol sujetar
(menopang). Di Jerman
bustenhalter, di Swedia bysthallare,
dan di Belanda bustehouder –
semuanya berarti penopang dada.
Sementara dalam bahasa Esperanto
( Rusia) bra disebut mamzono yang
artinya sabuk dada.
Sumber : http://
http://www.terbaikindonesia.com/2011/02/
sejarah-asal-muasal-bra-atau-
kutang/