gan! Ada ular yg beranak tanpa kawin! Wilih



Hewan yang besarnya tak sampai 3jari tangan ini bereproduksi tanpa kawin bro! Baca penjelasan di bawah ini :

Reproduksi aseksual, yaitu
reproduksi yang terjadi
tanpa disertai pembuahan
sel telur oleh sperma,
adalah hal yang umum
terjadi pada hewan tak
bertulang belakang. Tapi, reproduksi cara
tersebut bisa sangat mengejutkan bila terjadi di
kelompok hewan bertulang belakang atau yang
sering disebut vertebrata, walaupun bukan
berarti tidak ada.
Baru-baru ini peneliti dikejutkan dengan adanya
spesies ular yang mampu bereproduksi secara
aseksual lewat proses yang disebut
partenogenesis. Spesies tersebut adalah Boa
constrictor, atau biasa disebut boa, golongan
ular tak berbisa yang memiliki badan relatif
besar dan biasa ditemukan di Karibia, Amerika
Selatan dan Amerika Tengah.
Temuan itu dimulai ketika Warren Booth, ahli
Genetika Populasi dan Evolusi dari Virginia State
University, menemukan seekor boa yang
melahirkan 22 anakan. Boa yang ditemukan di
Boa Store Tennesee ini melahirkan anakan yang
seluruhnya betina dan karakteristiknya sama
dengan induknya, berwarna karamel.
Setelah melakukan tes DNA pada boa betina
yang ditemukan dan pejantan yang ada di
tempat tersebut, Booth sangat yakin bahwa boa
yang ditemukannya bereproduksi secara
partenogenesis. Pasalnya, tak mungkin anakan
yang dihasilkan memiliki karakter yang jarang
itu jika tidak menuruni gen dari kedua induknya.
Booth menemukan sesuatu yang unik pada
partenogenesis boa ini. “Partenogenesis ini
dilakukan saat ada pejantan di tempat itu,” ujar
Booth. Hal tersebut, menurut Booth, berbeda
dengan partenogenesis pada umumnya yang
dilakukan ketika tak menemukan pasangan
kawin. Hingga kini, Booth belum menemukan
alasan partenogenesis pada ular tersebut.
Keunikan yang lain adalah materi genetik yang
terdapat pada anakan. Pada ular, anakan jantan
biasanya akan memiliki kromoson ZZ dan
anakan betina memiliki kromosom ZW.
Namun, anakan boa ini berbeda sebab
kromosom anakannya adalah WW dan berjenis
kelamin jantan. “Ini mengejutkan. Selama ini,
ilmuwan berpandangan bahwa anakan dengan
kromosom WW tidak akan berkembang,” jelas
Booth.
Booth mengatakan, kemampuan boa dalam
melakukan partenogenesis ini bisa berdampak
negatif. “Mereka kehilangan jumlah
keanekaragaman genetik. Boa itu akan
cenderung secara fisik dan fisiologi yang
berpengaruh pada kemampuannya untuk
survive dan bereproduksi,” terang Booth.
Perhatian pada cara bereproduksi ini, menurut
Booth, sangat penting dalam mengupayakan
konservasi ular.
Hasil penelitian Booth dipublikasikan di jurnal
online Biology Letters pada tanggal 3 November
2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s